Seruan Minta Tolong

Baca: Kisah Para Rasul 2:14-21

2:14Maka bangkitlah Petrus berdiri dengan kesebelas rasul itu, dan dengan suara nyaring ia berkata kepada mereka: ‘Hai kamu orang Yahudi dan kamu semua yang tinggal di Yerusalem, ketahuilah dan camkanlah perkataanku ini.

2:15Orang-orang ini tidak mabuk seperti yang kamu sangka, karena hari baru pukul sembilan, 2:16tetapi itulah yang difirmankan Allah dengan perantaraan nabi Yo”el: 2:17Akan terjadi pada hari-hari terakhir — demikianlah firman Allah — bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia; maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat, dan teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan, dan orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi. 2:18Juga ke atas hamba-hamba-Ku laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari itu dan mereka akan bernubuat. 2:19Dan Aku akan mengadakan mujizat-mujizat di atas, di langit dan tanda-tanda di bawah, di bumi: darah dan api dan gumpalan-gumpalan asap. 2:20Matahari akan berubah menjadi gelap gulita dan bulan menjadi darah sebelum datangnya hari Tuhan, hari yang besar dan mulia itu. 2:21Dan barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan akan diselamatkan.

Teks Alkitab Terjemahan Baru Indonesia © LAI 1974

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 132–134 ; 1 Korintus 11:17-34

Barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan akan diselamatkan. —Kisah Para Rasul 2:21

Setelah terjadinya kecelakaan pada sejumlah lift yang merenggut lima nyawa dan melukai 51 orang pada tahun 2016, pemerintah kota New York meluncurkan kampanye untuk mendidik warga agar tetap bersikap tenang dan mengutamakan keselamatan. Pengalaman buruk terjadi ketika orang berusaha menyelamatkan diri sendiri di saat terjadi masalah. Menurut pihak berwenang, tindakan terbaik yang bisa dilakukan hanyalah, “Kabari, tetap tenang, dan tunggu.” Otoritas pengawas bangunan di New York berkomitmen untuk bergerak cepat demi melindungi orang dari cedera dan membawa mereka keluar dari lokasi bencana.

Di kitab Kisah Para Rasul, Rasul Petrus menyampaikan khotbah yang menegur kesalahan manusia yang berusaha menyelamatkan diri mereka sendiri. Lukas, penulis kitab tersebut, mencatat sejumlah peristiwa luar biasa ketika orang-orang percaya berbicara dalam berbagai bahasa yang tidak mereka ketahui sebelumnya (Kis. 2:1-12). Petrus pun menjelaskan kepada orang-orang Yahudi di sana bahwa apa yang mereka saksikan merupakan penggenapan nubuat kuno (YL. 2:28-32), yakni pencurahan Roh Allah dan tibanya hari keselamatan. Karunia Roh Kudus sekarang dapat dilihat dalam diri orang-orang yang berseru kepada Yesus untuk diselamatkan dari dosa mereka dan segala pengaruhnya. Petrus lalu mengatakan kepada mereka bahwa keselamatan itu tersedia bagi semua orang (Kis. 2:21). Kita dapat datang kepada Allah bukan karena kita menaati Hukum Taurat, melainkan karena kita percaya kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat.

Jika kita masih terbelenggu oleh dosa, tidak mungkin kita dapat menyelamatkan diri kita sendiri. Satu-satunya pengharapan kita untuk diselamatkan adalah dengan mengakui dan mempercayai Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat kita. — Marvin Williams

Sudahkah Anda berseru kepada Yesus untuk menyelamatkan Anda dari dosa Anda?

Keselamatan diberikan kepada mereka yang berseru kepada Yesus untuk menolong mereka.

Wawasan:

Lukas mencatat kedatangan Roh Kudus dengan deskripsi yang sangat memukau. Bagi para murid, keseluruhan tiga tahun hidup bersama Yesus tentu mengagumkan, tetapi peristiwa-peristiwa di dua bulan terakhir sebelum hari Pentakosta itu pastilah menegangkan: pengadilan, penyaliban, persembunyian dalam ketakutan, kebangkitan, dan kenaikan ke surga. Semua itu berujung pada kedatangan Roh Kudus serta pemberitaan Injil. Lukas tidak mencatat reaksi para murid, tetapi bayangkanlah diri Anda dalam posisi mereka. Ketika sedang berkumpul dengan kawan-kawan terdekat, tiba-tiba terdengar bunyi angin—di dalam rumah! Lalu, sesuatu yang tampak seperti api turun ke atas mereka. Meski pernah melihat segala mujizat yang dahsyat, pasti ada refleks untuk menghindar karena takut. Hadirat Allah memang menakutkan, tetapi juga menguatkan. Api itulah yang mula-mula memercikkan nyala Injil, pesan tentang keselamatan di dalam Yesus.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s