Rindu Tinggal Bersama-Nya

Baca: Lukas 23:44-48

23:44Ketika itu hari sudah kira-kira jam dua belas, lalu kegelapan meliputi seluruh daerah itu sampai jam tiga, 23:45sebab matahari tidak bersinar. Dan tabir Bait Suci terbelah dua. 23:46Lalu Yesus berseru dengan suara nyaring: ‘Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku.’ Dan sesudah berkata demikian Ia menyerahkan nyawa-Nya. 23:47Ketika kepala pasukan melihat apa yang terjadi, ia memuliakan Allah, katanya: ‘Sungguh, orang ini adalah orang benar!’ 23:48Dan sesudah seluruh orang banyak, yang datang berkerumun di situ untuk tontonan itu, melihat apa yang terjadi itu, pulanglah mereka sambil memukul-mukul diri.

Teks Alkitab Terjemahan Baru Indonesia © LAI 1974

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 107–109 ; 1 Korintus 4

Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya. —Yohanes 1:12

Salah satu doa pertama yang saya pelajari semasa kanak-kanak adalah “Tuhan, sekarang aku mau tidur. Jagalah aku, Tuhan . . .” Itulah doa yang saya pelajari dari orangtua saya, dan kemudian saya mengajarkannya kepada putra-putri saya ketika mereka masih kecil. Sebagai anak kecil, saya bisa tidur dengan tenang setelah menyerahkan diri saya ke dalam tangan Allah melalui doa yang saya ucapkan tadi.

Doa serupa terdapat dalam kitab Mazmur, yang sering dijuluki “kitab doa” di Alkitab. Sejumlah pakar menyatakan bahwa frasa “Ke dalam tangan-Mulah kuserahkan nyawaku” (Mzm. 31:6) adalah doa “sebelum tidur” yang diajarkan kepada anak-anak pada zaman Yesus.

Anda mungkin mengenali doa tersebut sebagai seruan terakhir Yesus dari atas kayu salib. Namun, Yesus menambahkan satu kata pada frasa itu: Bapa (Luk. 23:46). Dengan mengucapkan kata itu dalam momen-momen sebelum kematian-Nya, Yesus memperlihatkan kedekatan-Nya yang sangat kuat dengan Sang Bapa dan mengarahkan orang-orang percaya untuk menantikan tempat kediaman mereka yang kekal bersama-Nya (Yoh. 14:3).

Yesus mati di kayu salib supaya kita dapat hidup dalam hubungan yang indah dengan Allah sebagai Bapa Surgawi kita. Alangkah terhiburnya hati kita saat mengetahui bahwa karena kasih pengorbanan Yesus bagi kita, kita sebagai anak-anak-Nya dapat mempercayakan diri kepada Allah Bapa yang memelihara kita! Di akhir hidup ini, kita dapat menutup mata tanpa takut karena Bapa selalu memperhatikan kita dan Dia telah berjanji akan menghidupkan kita kembali supaya kita hidup bersama-Nya (1Tes. 4:14). — James Banks


Tuhan Yesus, aku menerima hadiah pengampunan yang Engkau tawarkan kepadaku lewat pengorbanan-Mu di atas kayu salib. Tolonglah aku untuk berpaling dari dosa-dosaku dan mengikuti-Mu dengan setia sampai kelak aku tiba di rumah-Mu.

Pagi baru yang cerah menanti setiap orang yang percaya kepada Yesus.

Wawasan:

Dalam catatan Lukas tentang kematian Kristus, ada beberapa peristiwa dramatis. Suatu kegelapan yang tampaknya tak dapat dijelaskan meliputi seluruh bumi—tidak hanya meliputi Yerusalem tempat penyaliban Yesus berlangsung (Lukas 23:44-45). Di dalam Bait Suci di Yerusalem, tabir yang memisahkan umat dari tempat maha kudus terbelah dua, melambangkan bahwa melalui Kristus, jalan masuk kita kepada Allah telah terbuka (ay.45). Setelah Kristus wafat, seorang serdadu Romawi yang terlibat dalam penyaliban-Nya menyatakan, “Sungguh, orang ini adalah orang benar!” (ay.47). Orang-orang lain yang menyaksikan pun meratap dan memukul diri (ay.48).

Kesaksian di langit, di dalam Bait Suci, dan oleh orang-orang pada kaki salib itu membuktikan bahwa kematian Yesus bukanlah kematian biasa. Itulah kematian Sang Manusia yang juga Allah Maha Pengasih, yang menumpahkan darah-Nya untuk menebus semua orang yang mau percaya kepada-Nya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s