Kebahagiaan Abadi

Baca: Mazmur 34:1-15

34:1Dari Daud, pada waktu ia pura-pura tidak waras pikirannya di depan Abimelekh, sehingga ia diusir, lalu pergi. 34:2Aku hendak memuji TUHAN pada segala waktu; puji-pujian kepada-Nya tetap di dalam mulutku. 34:3Karena TUHAN jiwaku bermegah; biarlah orang-orang yang rendah hati mendengarnya dan bersukacita. 34:4Muliakanlah TUHAN bersama-sama dengan aku, marilah kita bersama-sama memasyhurkan nama-Nya! 34:5Aku telah mencari TUHAN, lalu Ia menjawab aku, dan melepaskan aku dari segala kegentaranku. 34:6Tujukanlah pandanganmu kepada-Nya, maka mukamu akan berseri-seri, dan tidak akan malu tersipu-sipu. 34:7Orang yang tertindas ini berseru, dan TUHAN mendengar; Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya. 34:8Malaikat TUHAN berkemah di sekeliling orang-orang yang takut akan Dia, lalu meluputkan mereka. 34:9Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya! 34:10Takutlah akan TUHAN, hai orang-orang-Nya yang kudus, sebab tidak berkekurangan orang yang takut akan Dia! 34:11Singa-singa muda merana kelaparan, tetapi orang-orang yang mencari TUHAN, tidak kekurangan sesuatu pun yang baik. 34:12Marilah anak-anak, dengarkanlah aku, takut akan TUHAN akan kuajarkan kepadamu! 34:13Siapakah orang yang menyukai hidup, yang mengingini umur panjang untuk menikmati yang baik? 34:14Jagalah lidahmu terhadap yang jahat dan bibirmu terhadap ucapan-ucapan yang menipu; 34:15jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik, carilah perdamaian dan berusahalah mendapatkannya!

Teks Alkitab Terjemahan Baru Indonesia © LAI 1974

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 113–115 ; 1 Korintus 6

Siapakah orang yang menyukai hidup, yang mengingini umur panjang untuk menikmati yang baik? . . . Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik. —Mazmur 34:13,15

Sering kita mendengar bahwa kebahagiaan akan kita alami ketika kita melakukan segala sesuatu dengan cara kita sendiri. Namun, itu tidak benar. Pandangan seperti itu hanya membawa kita pada rasa hampa, kegelisahan, dan kekecewaan.

Penyair W. H. Auden mengamati orang-orang yang berusaha mencari pelarian dalam kesenangan. Ia menulis tentang mereka: “Tersesat di hutan lebat, / Bagai anak-anak yang takut malam / Tak pernah merasa senang atau tenang.”

Daud pernah menulis mazmur tentang mengobati ketakutan dan ketidakbahagiaan kita. “Aku telah mencari Tuhan, lalu Ia menjawab aku, dan melepaskan aku dari segala kegentaranku” (Mzm. 34:5). Kebahagiaan dialami ketika kita melakukan segala sesuatu dengan cara Allah, dan kebenaran dari fakta tersebut dapat kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Daud menulis bahwa muka orang yang memandang kepada Allah akan berseri-seri (ay.6). Cobalah dan Anda akan melihat hasilnya. Itulah yang dimaksudkan Daud saat berkata, “Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya Tuhan itu!” (ay.9).

Kita berkata, “Aku baru mau percaya setelah aku melihatnya.” Begitulah cara kita mengetahui segala sesuatu di dunia ini. Buktikan dahulu, maka saya akan percaya. Allah mengatakan yang sebaliknya. Percaya dahulu, baru melihat. “Kecaplah, laluAnda akan melihat.”

Percayalah pada firman Tuhan. Lakukan apa yang dikehendaki Allah untuk Anda lakukan dan Anda akan melihat. Dia akan memberi Anda anugerah untuk melakukan hal yang benar, bahkan lebih lagi: Dia memberikan diri-Nya sendiri—satu-satunya sumber kebaikan—dan kebahagiaan abadi yang dibawa-Nya bagi kita. — David H. Roper

Tuhan, terkadang kami hanya perlu berdoa: “Aku percaya. Tolonglah aku yang tidak percaya ini.” Tolonglah kami untuk mempercayai-Mu dengan melakukan apa yang telah Engkau percayakan untuk kami kerjakan hari ini.

Kita berbahagia ketika kita melakukan hal yang benar.

Wawasan:

Dalam Mazmur 34:15, Daud menyerukan, “Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik.” Apakah yang baik? Mikha 6:8 mengatakan bahwa Allah telah memberitahukan kepada kita apa yang baik: “Berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allahmu.” Namun, dalam mazmur lain, Daud berkata, “Tidak ada yang berbuat baik” (14:1-3)! Lalu bagaimana yang baik itu mungkin? Daud memberikan petunjuk dalam mazmur lainnya lagi, “Percayalah kepada TUHAN dan lakukanlah yang baik” (37:3). Melakukan yang baik itu terkait dengan kepercayaan kepada Allah. Dalam Perjanjian Baru, berkali-kali diajarkan bahwa melakukan yang baik itu tergantung pada hubungan kita dengan Allah melalui Yesus. Yesuslah yang memperlengkapi kita untuk melakukan yang baik serta menghasilkan yang baik di dalam kita melalui Roh Kudus (Ibrani 13:20-21; Galatia 5:16-25).

Hal baik apa yang Allah mau Anda lakukan dengan kekuatan-Nya?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s