Engkau Mengasihiku?

Baca: Maleakhi 1:1-5

1:1Ucapan ilahi. Firman TUHAN kepada Israel dengan perantaraan Maleakhi.
1:2‘Aku mengasihi kamu,’ firman TUHAN. Tetapi kamu berkata: ‘Dengan cara bagaimanakah Engkau mengasihi kami?’ ‘Bukankah Esau itu kakak Yakub?’ demikianlah firman TUHAN. ‘Namun Aku mengasihi Yakub, 1:3tetapi membenci Esau. Sebab itu Aku membuat pegunungannya menjadi sunyi sepi dan tanah pusakanya Kujadikan padang gurun.’ 1:4Apabila Edom berkata: ‘Kami telah hancur, tetapi kami akan membangun kembali reruntuhan itu,’ maka beginilah firman TUHAN semesta alam: ‘Mereka boleh membangun, tetapi Aku akan merobohkannya; dan orang akan menyebutkannya daerah kefasikan dan bangsa yang kepadanya TUHAN murka sampai selama-lamanya.’ 1:5Matamu akan melihat dan kamu sendiri akan berkata: ‘TUHAN maha besar sampai di luar daerah Israel.’

Teks Alkitab Terjemahan Baru Indonesia © LAI 1974

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 126–128 ; 1 Korintus 10:19-33

Dengan cara bagaimanakah Engkau mengasihi kami? —Maleakhi 1:2

Semasa remaja, saya sempat melalui suatu masa pemberontakan terhadap otoritas ibu saya. Ayah meninggal dunia sebelum saya memasuki masa remaja, sehingga ibu harus menghadapi sendiri masa-masa yang penuh gejolak dalam membesarkan anak-anaknya.

Saya ingat bagaimana saya pernah berpikir bahwa ibu tak ingin saya bersenang-senang—bahkan mungkin ia tidak mengasihi saya—karena ia sering berkata tidak. Sekarang saya menyadari bahwa ia melarang saya mengikuti aktivitas-aktivitas yang tidak baik bagi saya itu justru karena ia mengasihi saya.

Orang Israel pernah mempertanyakan seberapa besar Allah mengasihi mereka karena pengalaman mereka dibuang ke Babel. Namun, masa pembuangan itu merupakan teguran Allah atas pemberontakan mereka yang terus-menerus terhadap diri-Nya. Jadi sekarang, Allah mengirimkan Nabi Maleakhi untuk berbicara kepada mereka. Kata-kata pembukanya dari Tuhan adalah, “Aku mengasihi kamu” (Mal. 1:2). Akan tetapi, Israel menjawab dengan skeptis dan mempertanyakan bagaimana cara Allah mengasihi mereka, seolah-olah berkata, “Benarkah begitu?” Namun, Allah, melalui Maleakhi, mengingatkan mereka bagaimana Allah telah menyatakan kasih-Nya: Dia telah memilih mereka dan bukan bangsa Edom.

Kita semua pasti pernah mengalami masa-masa sulit dalam hidup ini. Kita mungkin tergoda untuk mempertanyakan kasih Allah kepada kita selama masa-masa sulit itu. Marilah mengingat kembali banyaknya cara yang telah dipakai-Nya untuk menunjukkan kasih-Nya yang tak berkesudahan kepada kita. Saat kita berdiam sejenak dan merenungkan kebaikan-Nya, kita akan menemukan bahwa Allah benar-benar Bapa yang penuh kasih. — Kirsten Holmberg

Tuhan, Engkau telah menunjukkan kasih dan perhatian-Mu yang lembut di sepanjang hidupku. Engkau selalu menyertaiku di masa-masa sulit. Tolonglah aku untuk selalu mengingat kasih-Mu.

Bapa Surgawi menegur sekaligus menghibur kita.

Wawasan:

Walaupun singkat, kitab Maleakhi sangatlah penting. Maleakhi adalah nabi terakhir yang diutus kepada sisa-sisa orang Israel yang telah pulang ke Yerusalem dari pembuangan di Babel. Pesan utama sang nabi adalah kedatangan Mesias. Maleakhi memberitakan penghakiman Allah yang adil serta kasih-Nya. Kasih Allah dapat dipahami sepenuhnya hanya dalam pengorbanan Mesias yang tak terukur, kemenangan-Nya atas maut, serta kedatangan-Nya kembali ke bumi untuk memulihkan segala sesuatu.

Penebusan yang diberikan melalui Yesus Kristus sebagai anugerah, dan bukan karena usaha kita, adalah tema utama Alkitab. Kehidupan serta pelayanan Tuhan kita jelas merupakan perwujudan yang mengagumkan dari firman Allah, “Aku mengasihi kamu” (Maleakhi 1:2).

Luangkanlah beberapa menit untuk sungguh-sungguh berdoa serta merenungkan tentang Kristus yang telah datang menebus Anda dan pengharapan akan kedatangan-Nya kembali kelak.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s