Pertolongan dari Surga

Baca: Yosua 10:6-15

10:6Lalu orang-orang Gibeon itu menyuruh orang kepada Yosua, ke tempat perkemahan di Gilgal, mengatakan: ‘Jangan menarik tanganmu dari pada hamba-hambamu ini. Datanglah dengan segera kepada kami, lepaskanlah kami dan bantulah kami, sebab semua raja orang Amori, yang diam di pegunungan, telah bergabung melawan kami.’ 10:7Lalu Yosua bergerak maju dari Gilgal, dia dan seluruh tentara yang bersama-sama dengan dia, semuanya pahlawan yang gagah perkasa. 10:8Berfirmanlah TUHAN kepada Yosua: ‘Janganlah takut kepada mereka, sebab Aku menyerahkan mereka kepadamu. Tidak seorang pun dari mereka yang akan dapat bertahan menghadapi engkau.’ 10:9Lalu Yosua menyerang mereka dengan tiba-tiba, setelah semalam-malaman bergerak maju dari Gilgal. 10:10Dan TUHAN mengacaukan mereka di depan orang Israel, sehingga Yosua menimbulkan kekalahan yang besar di antara mereka dekat Gibeon, mengejar mereka ke arah pendakian Bet-Horon dan memukul mereka mundur sampai dekat Azeka dan Makeda. 10:11Sedang mereka melarikan diri di depan orang Israel dan baru di lereng Bet-Horon, maka TUHAN melempari mereka dengan batu-batu besar dari langit, sampai ke Azeka, sehingga mereka mati. Yang mati kena hujan batu itu ada lebih banyak dari yang dibunuh oleh orang Israel dengan pedang.
10:12Lalu Yosua berbicara kepada TUHAN pada hari TUHAN menyerahkan orang Amori itu kepada orang Israel; ia berkata di hadapan orang Israel: ‘Matahari, berhentilah di atas Gibeon dan engkau, bulan, di atas lembah Ayalon!’ 10:13Maka berhentilah matahari dan bulan pun tidak bergerak, sampai bangsa itu membalaskan dendamnya kepada musuhnya. Bukankah hal itu telah tertulis dalam Kitab Orang Jujur? Matahari tidak bergerak di tengah langit dan lambat-lambat terbenam kira-kira sehari penuh.

10:14Belum pernah ada hari seperti itu, baik dahulu maupun kemudian, bahwa TUHAN mendengarkan permohonan seorang manusia secara demikian, sebab yang berperang untuk orang Israel ialah TUHAN.

10:15Kemudian Yosua dan seluruh orang Israel yang menyertainya pulang kembali ke tempat perkemahan di Gilgal.

Teks Alkitab Terjemahan Baru Indonesia © LAI 1974

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 84–86 ; Roma 12

Sebab yang berperang untuk orang Israel ialah Tuhan. —Yosua 10:14

SOS adalah sinyal kode Morse yang diciptakan pada tahun 1905 karena para pelaut membutuhkan cara untuk mengindikasikan adanya kesulitan yang ekstrem. Kode itu menjadi tenar pada tahun 1910 saat dipakai oleh sebuah kapal yang sedang tenggelam, Steamship Kentucky, sehingga seluruh penumpang kapal yang berjumlah 46 orang itu berhasil diselamatkan.

Meskipun pesan SOS merupakan penemuan di zaman modern, seruan untuk minta tolong sudah ada sejak permulaan zaman. Kita sering mendengarnya dalam kisah Perjanjian Lama tentang Yosua yang menghadapi pertentangan dari orang sebangsanya (Yos. 9:18) dan medan yang sulit (3:15-17) selama lebih dari 14 tahun. Pada saat itu, orang Israel perlahan-lahan menaklukkan dan menduduki tanah yang dijanjikan Allah kepada mereka. Sepanjang perjuangan itu, “Tuhan menyertai Yosua” (6:27).

Dalam Yosua 10, orang Israel turun tangan membantu orang Gibeon, sekutu Israel yang sedang diserang oleh lima raja. Yosua tahu bahwa ia membutuhkan pertolongan Tuhan untuk mengalahkan banyaknya musuh yang kuat (ay.12). Allah merespons dengan mengirimkan hujan batu, bahkan menghentikan matahari di tengah langit guna memberi Israel lebih banyak waktu untuk mengalahkan musuh. Yosua 10:14 mencatat, “Sebab yang berperang untuk orang Israel ialah Tuhan!”

Jika Anda sedang berada dalam situasi yang sulit, Anda dapat mengirimkan pesan SOS kepada Allah. Pertolongan yang kita terima akan berbeda dari bantuan yang diterima Yosua, tetapi bisa saja pertolongan itu berupa pekerjaan tak terduga, dokter yang penuh pengertian, atau damai sejahtera di tengah duka. Kiranya Anda dikuatkan saat melihat cara-cara Allah dalam merespons seruan Anda yang meminta agar Dia menolong dan berperang bagi Anda. — Lisa Samra

Bapa, terima kasih karena Engkau telah menyertaiku dalam perjalanan yang sulit ini dan mendengarkanku saat aku berseru kepada-Mu.

Saat berseru kepada Allah untuk meminta pertolongan-Nya, yakinlah bahwa Dia akan menyertai kita.

Wawasan:

Orang Gibeon takut kepada Allah Israel, maka mereka mengakali Yosua dan orang Israel sehingga menjadi sekutu mereka (Yosua 9). Jadi, ketika orang Gibeon berseru minta tolong kepada Israel (10:6), sama artinya mereka berseru kepada Allah juga.

Apakah kita menunggu datangnya persoalan sebelum berpaling kepada-Nya?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s