Masih Lanjut atau Sudah Selesai?

Baca: Ibrani 10:5-14

10:5Karena itu ketika Ia masuk ke dunia, Ia berkata: ‘Korban dan persembahan tidak Engkau kehendaki — tetapi Engkau telah menyediakan tubuh bagiku –. 10:6Kepada korban bakaran dan korban penghapus dosa Engkau tidak berkenan. 10:7Lalu Aku berkata: Sungguh, Aku datang; dalam gulungan kitab ada tertulis tentang Aku untuk melakukan kehendak-Mu, ya Allah-Ku.’
10:8Di atas Ia berkata: ‘Korban dan persembahan, korban bakaran dan korban penghapus dosa tidak Engkau kehendaki dan Engkau tidak berkenan kepadanya’ — meskipun dipersembahkan menurut hukum Taurat –. 10:9Dan kemudian kata-Nya: ‘Sungguh, Aku datang untuk melakukan kehendak-Mu.’ Yang pertama Ia hapuskan, supaya menegakkan yang kedua. 10:10Dan karena kehendak-Nya inilah kita telah dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya oleh persembahan tubuh Yesus Kristus.
10:11Selanjutnya setiap imam melakukan tiap-tiap hari pelayanannya dan berulang-ulang mempersembahkan korban yang sama, yang sama sekali tidak dapat menghapuskan dosa. 10:12Tetapi Ia, setelah mempersembahkan hanya satu korban saja karena dosa, Ia duduk untuk selama-lamanya di sebelah kanan Allah, 10:13dan sekarang Ia hanya menantikan saatnya, di mana musuh-musuh-Nya akan dijadikan tumpuan kaki-Nya. 10:14Sebab oleh satu korban saja Ia telah menyempurnakan untuk selama-lamanya mereka yang Ia kuduskan.

Teks Alkitab Terjemahan Baru Indonesia © LAI 1974

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 105–106 ; 1 Korintus 3

Sebab oleh satu korban saja Ia telah menyempurnakan untuk selama-lamanya mereka yang Ia kuduskan. —Ibrani 10:14

Rasanya sangat puas jika dapat menyelesaikan suatu pekerjaan. Setiap bulan, misalnya, salah satu pekerjaan saya mengalami pergeseran status, dari “Masih Dikerjakan” ke “Sudah Selesai”. Saya suka menekan tanda “Sudah Selesai”. Namun, bulan lalu saat menekan tombol itu, saya sempat berpikir, Andai saja aku juga bisa mengatasi masalah-masalah dalam kehidupan imanku dengan sama mudahnya! Rasanya kehidupan orang Kristen selalu dalam status “masih dikerjakan”, tidak pernah “sudah selesai”.

Kemudian saya teringat pada Ibrani 10:14. Ayat tersebut menggambarkan bagaimana pengorbanan Kristus telah menebus kita secara total. Jadi kita bisa meyakini bahwa “tombol sudah selesai” itu telah ditekan bagi kita. Kematian Yesus Kristus memberikan kepada kita sesuatu yang tidak bisa kita capai sendiri, yakni Dia menjadikan kita layak di hadapan Allah ketika kita beriman kepada-Nya. Itu “sudah selesai”, seperti yang Yesus sendiri katakan (Yoh. 19:30). Namun demikian, meskipun pengorbanan-Nya sudah selesai dan bersifat total, kita masih menjalani sisa hidup kita dengan terus menyelaraskan diri dengan realitas rohani tersebut—kita “dikuduskan”, sebagaimana yang ditulis oleh penulis kitab Ibrani (ay.14).

Fakta bahwa Yesus telah menyelesaikan apa yang masih terus dikerjakan dalam hidup kita memang sulit untuk dimengerti. Pada saat saya bergumul dalam iman, betapa melegakannya saat mengingat bahwa pengorbanan Yesus bagi Anda dan saya sudah selesai, meskipun menjalani hidup yang telah ditebus itu masih berlanjut. Namun, tidak ada yang dapat menghentikan tercapainya tujuan yang dikehendaki Tuhan: kita menjadi serupa dengan-Nya (lihat 2kor. 3:18). — Adam Holz


Tuhan Yesus, terima kasih Engkau telah memberikan hidup-Mu bagi kami. Tolong kami terus mempercayai-Mu saat kami bertumbuh dari hari ke hari menjadi murid yang makin serupa dengan-Mu, karena hanya Engkau yang menyempurnakan kami.

Allah senantiasa bekerja membentuk kita menjadi pribadi yang dikehendaki-Nya.

Wawasan:

Kalimat “Sudah selesai!” bisa berarti macam-macam bagi setiap orang. Bagi pelajar, kata-kata itu mungkin berarti, “Akhirnya aku wisuda!” Bagi para pemimpin Yahudi pada zaman Yesus, kata-kata itu mungkin berarti mereka telah berhasil membunuh Yesus (Yohanes 11:53). Bagi para serdadu Romawi, kata-kata itu mungkin menggambarkan hukuman mati yang telah berhasil mereka laksanakan (19:16-18). Bagi para murid, kata-kata itu mungkin berarti hancurnya pengharapan mereka bahwa sang Mesias akan melepaskan mereka dari perbudakan Romawi (Lukas 24:19-21). Namun, ketika Yesus mengutarakan, “Sudah selesai” (Yohanes 19:30), Dia sedang mendeklarasikan bahwa Dia telah menyelesaikan pekerjaan yang Bapa berikan kepada-Nya (17:4)—yaitu menjadi “pendamaian bagi dosa-dosa kita” (1 Yohanes 4:10).

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s