Sukacita Memberi

Baca: 1 Tesalonika 5:12-24

5:12Kami minta kepadamu, saudara-saudara, supaya kamu menghormati mereka yang bekerja keras di antara kamu, yang memimpin kamu dalam Tuhan dan yang menegor kamu; 5:13dan supaya kamu sungguh-sungguh menjunjung mereka dalam kasih karena pekerjaan mereka. Hiduplah selalu dalam damai seorang dengan yang lain. 5:14Kami juga menasihati kamu, saudara-saudara, tegorlah mereka yang hidup dengan tidak tertib, hiburlah mereka yang tawar hati, belalah mereka yang lemah, sabarlah terhadap semua orang. 5:15Perhatikanlah, supaya jangan ada orang yang membalas jahat dengan jahat, tetapi usahakanlah senantiasa yang baik, terhadap kamu masing-masing dan terhadap semua orang. 5:16Bersukacitalah senantiasa. 5:17Tetaplah berdoa. 5:18Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu. 5:19Janganlah padamkan Roh, 5:20dan janganlah anggap rendah nubuat-nubuat. 5:21Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik. 5:22Jauhkanlah dirimu dari segala jenis kejahatan.
5:23Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita. 5:24Ia yang memanggil kamu adalah setia, Ia juga akan menggenapinya.

Teks Alkitab Terjemahan Baru Indonesia © LAI 1974

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 70–71 ; Roma 8:22-39

Tabahkan hati orang yang takut; tolonglah orang yang perlu ditolong dan sabarlah terhadap semua orang. —1 Tesalonika 5:14 BIS

Minggu itu terasa sangat menjemukan, entah mengapa saya merasa lesu dan tidak bersemangat.

Di penghujung minggu, saya mendapat kabar bahwa salah seorang bibi saya menderita sakit ginjal. Saya sadar saya harus mengunjunginya—tetapi terus terang, saya merasa enggan. Walaupun demikian, akhirnya saya pergi mengunjunginya. Di sana kami menikmati makan malam, mengobrol, dan berdoa bersama. Setelah satu jam, saya pun pulang dengan semangat baru, sesuatu yang tidak saya rasakan sepanjang minggu itu. Tindakan memperhatikan orang lain lebih daripada diri sendiri ternyata dapat memperbaiki suasana hati saya.

Para psikolog telah menemukan bahwa tindakan memberi dapat menghasilkan kepuasan dalam hati, yakni ketika sang pemberi melihat ucapan syukur dari sang penerima. Sejumlah pakar bahkan yakin bahwa manusia sebenarnya mempunyai kecenderungan untuk bermurah hati!

Mungkin untuk alasan itulah, dalam nasihat kepada jemaat di Tesalonika, Paulus mendorong mereka agar “[menolong] orang yang perlu ditolong” (1Tes. 5:14 BIS). Sebelumnya, ia telah mengutip perkataan Yesus, “Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima” (Kis. 20:35). Walaupun nasihat itu diberikan dalam konteks pemberian finansial, tetapi berlaku juga dalam hal memberikan waktu dan tenaga.

Dengan memberi, kita memahami sedikit banyak apa yang Allah rasakan. Kita memahami mengapa Allah sangat senang memberikan kasih-Nya kepada kita, dan kita pun menikmati sukacita-Nya dan kepuasan dalam menjadi berkat bagi orang lain. Karena itulah, rasanya saya akan mengunjungi bibi saya lagi dalam waktu dekat. — Leslie Koh

Bapa, Engkau menghendaki aku untuk memberi kepada orang lain seperti Engkau telah memberi begitu banyak bagiku. Ajarlah aku untuk memberi agar aku dapat mencerminkan karakter-Mu dan menjadi makin serupa dengan-Mu hari ini.

Berkat terbesar diterima oleh mereka yang rela memberi.

Wawasan:

Pernahkah Anda merasa selalu menjadi pihak yang harus memberi? Atau sebaliknya, apakah Anda merasa selalu saja mendapat bantuan orang lain tanpa berdaya untuk membalasnya karena kondisi yang serba kekurangan? Perkataan Paulus kepada jemaat di Tesalonika mengingatkan bahwa ada waktu untuk memberi dan ada waktu untuk menerima.

Kalau Anda merasa telah menerima pertolongan melebihi kebutuhan, apakah perkataan Paulus memberikan inspirasi tentang apa yang dapat Anda berikan sembari menerima? Dengan mengakui dan mensyukuri kerja keras saudara-saudara yang memperhatikan kita, sesungguhnya Allah dapat memakai kita untuk membangkitkan semangat mereka.

Bila saat ini Anda merasa letih karena terus memberi, dapatkanlah hikmat penghiburan dari bacaan Alkitab hari ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s