Rahasia Agung

Baca: Nahum 1:1-7

1:1Ucapan ilahi tentang Niniwe. Kitab penglihatan Nahum, orang Elkosh. 1:2TUHAN itu Allah yang cemburu dan pembalas, TUHAN itu pembalas dan penuh kehangatan amarah. TUHAN itu pembalas kepada para lawan-Nya dan pendendam kepada para musuh-Nya. 1:3TUHAN itu panjang sabar dan besar kuasa, tetapi Ia tidak sekali-kali membebaskan dari hukuman orang yang bersalah. Ia berjalan dalam puting beliung dan badai, dan awan adalah debu kaki-Nya. 1:4Ia menghardik laut dan mengeringkannya, dan segala sungai dijadikan-Nya kering. Basan dan Karmel menjadi merana dan kembang Libanon menjadi layu. 1:5Gunung-gunung gemetar terhadap Dia, dan bukit-bukit mencair. Bumi menjadi sunyi sepi di hadapan-Nya, dunia serta seluruh penduduknya. 1:6Siapakah yang tahan berdiri menghadapi geram-Nya? Dan siapakah yang tahan tegak terhadap murka-Nya yang bernyala-nyala? Kehangatan amarah-Nya tercurah seperti api, dan gunung-gunung batu menjadi roboh di hadapan-Nya. 1:7TUHAN itu baik; Ia adalah tempat pengungsian pada waktu kesusahan; Ia mengenal orang-orang yang berlindung kepada-Nya

Teks Alkitab Terjemahan Baru Indonesia © LAI 1974

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 68–69 ; Roma 8:1-21

Tuhan itu panjang sabar dan besar kuasa. —Nahum 1:3

Suatu hari, ketika sedang berjalan-jalan bersama seorang kawan, kami berbincang-bincang tentang kecintaan kami pada Alkitab. Saya terkejut ketika ia mengatakan, “Aku tak terlalu suka dengan Perjanjian Lama. Isinya penuh dengan kekerasan dan balas dendam. Aku lebih suka membaca tentang Yesus!”

Kita mungkin akan sepaham dengannya bila kita membaca seperti kitab Nahum dan dikejutkan oleh pernyataan seperti ini, “Tuhan itu pembalas dan penuh kehangatan amarah” (Nah. 1:2). Namun, ayat berikutnya memberi kita pengharapan, “Tuhan itu panjang sabar dan besar kuasa” (ay.3).

Ketika menyelidiki lebih jauh tentang amarah Allah, kita pun memahami bahwa ketika Allah menunjukkan kemarahan-Nya, itu lebih sering karena Dia membela umat-Nya atau kekudusan nama-Nya. Karena kasih-Nya yang melimpah, Allah menuntut keadilan atas pelanggaran yang terjadi sekaligus menghendaki penebusan orang-orang yang telah berpaling dari-Nya. Kita melihat hal itu bukan hanya dalam Perjanjian Lama, ketika Dia memanggil umat-Nya untuk kembali kepada-Nya, tetapi juga dalam Perjanjian Baru, saat Dia mengutus Anak-Nya yang tunggal menjadi penebus dosa-dosa kita.

Kita mungkin tidak dapat memahami sepenuhnya rahasia agung tentang karakter-karakter Allah. Namun, kita dapat percaya bahwa Allah tidak hanya berlaku adil, tetapi juga menjadi sumber dari segala kasih. Kita tidak perlu takut kepada-Nya, karena Tuhan itu “baik, Ia adalah tempat pengungsian pada waktu kesusahan; Ia mengenal orang-orang yang berlindung kepada-Nya” (ay.7). — Amy Boucher Pye

Allah Bapa, Engkau sungguh baik. Engkau penuh kasih dan murah hati. Tolong aku untuk lebih memahami sebagian rahasia tentang kasih-Mu yang telah menebus kami.

Keadilan dan belas kasihan Allah berpadu di kayu salib.

Wawasan:

Selain Nahum 1:3, ada delapan ayat lainnya dalam Perjanjian Lama yang mengatakan bahwa Tuhan itu “panjang sabar” (misalnya, Mazmur 86:15; 103:8). Namun, dalam bacaan tersebut digambarkan juga sifat-sifat Allah yang lain: “berlimpah kasih-Nya” (Keluaran 34:6; Bilangan 14:18; Mazmur 145:8); Dia “pengasih dan penyayang” (Yoel 2:13; Yunus 4:2); dan Dia adalah “Allah yang sudi mengampuni” (Nehemia 9:17). Seandainya Allah tidak adil dan juga penuh belas kasihan, kita takkan punya pengharapan. Mengapa? Karena “semua telah menyimpang, sekaliannya telah bejat” (Mazmur 53:4). “Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah” (Roma 3:23). Tidak seorang pun pantas mendapatkan cinta-Nya, belas kasih-Nya, maupun pengampunan-Nya. Tanpa kasih Allah melalui pengorbanan Anak-Nya yang luar biasa untuk membayar dosa-dosa kita, kita takkan pernah menerima hidup kekal. Namun, karena begitu besar kasih Allah kepada kita, maka Dia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal (Yohanes 3:16).

Bagaimana Anda menyatakan rasa syukur kepada Allah?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s